My Diary

PENYERTAAN TUHAN SEMPURNA

Saat saya masih SMP, saya mengalami kejadian yang begitu tidak menyenangkan. Bel berbunyi tandanya jam pelajaran telah selesai, “asik saatnya pulang”, kataku di dalam hati. tiba-tiba teman-teman saya datang menghampiri saya dan mengajak saya untuk berjalan-jalan bersama mereka, dan saya menerima ajakan mereka. Setelah itu kami menuju mall yaitu Manado Town Square, setibanya di sana kami langsung duduk bersantai di tempat makan yaitu foodcourt sambil menyantap sate pisang yang begitu lezat dan menggiurkan. karena kekenyangan dan telah puas, kami memutuskan untuk pulang. Di perjalanan pulang saya memilih untuk menaiki motor yang dikendarai oleh supir motor yang disebut ojek. saat menaiki motor perasaan saya bimbang di dalam hati saya, saya meminta pertolongan Tuhan dengan rasa cemas dan takut. tiba-tiba disaat menaiki gunung tanpa disadari saya jatuh dan kepala saya terbentur batu yang begitu besar karena kejadian itu, ojek kembali dan memanggil temannya untuk menahan saya dari belakang dan saya duduk di tengah-tengah mereka dengan keadaan tidak sadar. Sesampainya saya di rumah ojek mengatakan pada orang tua saya, saya terjatuh dan hanya lecet sedikit, dia tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya menimpah saya. mendengar hal itu mama membawa saya ke kamar untuk beristirahat. Setelah itu, mama akan pergi ke ibadah tetapi sebelum itu, mama mengecek keadaan saya dengan mengelus-eluskan kepala saya. tiba-tiba, saat mama memegang kepala di bagian kanan dari kepala, kepala saya sangat bengkak dan keras. Langsung mama dan papa membawa saya ke dokter, sesampainya disana dokter mengatakan bahwa sangat berbahaya, dan harus segera di scan lalu dioperasi. Saat dibawah untuk di scan saya menolak dan lari meninggalkan merekea sekeluarga. karena hal itu papa menahan saya dengan keras untuk tidak lari dari daerah tersebut. Menerima hasil scan saya langsung dibawah lari ke rumah sakit untuk dioperasi. kata mama banyak dari teman-teman saya yang begitu khawatir akan keadaan saya disaat saya koma di ruang ICU. Sadarnya saya, pikiran saya tidak jelas dan berkata apa yang tidak saya ketahui.  dua hari kemudian saya sudah berbicara dengan lancar, tiba-tiba saya melihat bahwa kepala saya sudah tidak ada rambut sedikit pun. dengan peristiwa ini jujur hati saya sangat sakit seolah-olah tidak dapat menerima kejadian yang menimpah saya. Tapi, hati saya terhibur karena setiap hari disaat saya membutuhkan pertolongan dan hiburan keluarga dan teman-teman saya terus datang memperhatikan saya. Akhirnya, satu bulan di rumah sakit bisa saya lewati, dan keadaan saya semakin membaik dan dapat beraktifitas kembali dari rambut palsu menjadi rambut sambung dan pada akhirnya pada sekarang ini disaat saya SMA saya sangat senang dapat mempunyai rambut yang asli atas karunia Tuhan. Jadi saya dapat mengambil pelajaran yang begitu besar bahwa menghargai apa yang kita punya, dan jangan jadi orang yang sombong, berbaktilah kepada orang tua kita dan berteman dengan semua orang, karena Tuhan telah menyediakan teman yang terbaik buat anak-anaknya yang Ia sayangi. maka dari itu percayalah, bagi Tuhan tak ada yang mustahil ku diangkat dan dipulihkanNya. Yesus begitu berkenan bagi kita gelombang sebesar apapun jika kita percaya dan kita lawan pasti ada solusi dan kemenangan pasti di tangan kita.

4 Komentar

4 thoughts on “My Diary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s