Minta pendapat atau minta didengar ?

Sering seseorang lupa kepada temannya: “Apakah kau minta pendapatku, atau kau ingin aku hanya mendengarkan?” saya mengira bahwa memberikan nasihat itu tidak sulit, tapi tak begitu halnya dengan menerima nasihat atau masukan dari seseorang.

Menerima atau bahkan mendengarkan nasihat, ketika bukan itu yang sebenarnya anda inginkan, adalah sesuatu yang nyaris mustahil dilakukan. Biasanya ketika nasihat atau masukan diberikan (saat tidak diminta), saran itu akan diabaikan, jika tidak dibenci, karena yang diinginkan orang itu hanyalah didengarkan.

Mendengarkan seseorang yang anda sayangi merupakan satu cara paling sederhana untuk menunjukkan pada orang itu bahwa anda peduli. Tidak merasa didengarkan adalah salah satu  keluhan utama orang-orang tentang hubungan mereka, khususnya orang-orang yang hidup bersama kita. Sering kita membutuhkan pencurahan perasaan yang sehat, bela rasa, dan pemahaman. Yang tidak kita inginkan adalah jalan keluar. Betapa sombongnya kita jika berpikir bahwa kita mempunyai jalan keluar bagi masalah orang lain ! Mengajukan pertanyaan sederhana ini belum melontarkan nasihat anda akan memperkuat dan memperjelas komunikasi anda dengan orang lain. Anda akan melihat bahwa, sering, teman anda akan menginginkan pendapat anda. Tindakan mengajukan pernyataan ini akan mengingatkan mereka bahwa, kenyataannya, mereka telah memberikan saran, dan akan mendorong mereka untuk mendengarkan dengan cermat. Tugas anda tentu saja sebagai teman adalah mendengarkan dan sebisa mungkin memberikan mereka nasihat yang paling membangun. Renungkanlah hal tersebut, idealnya cara berpikir seseorang harusnetral dan terbuka sehungga apa yang anda ucapkan akan memicu pemahaman atau kebijaksanaan kepada teman anda. Ini adalah peran seorang konselor membentuk orang yang lain siapa pun dia orang atas maupun bawah untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang ia berikan dan merancang suatu tindakan untuk menjawab sebuah masalah atau pertanyaan. Salah satu cara untuk menentukan mana yang perlu dilakukan dalam sebuah situasi adalah hanya dengan mengajukan pertanyaan ini, “Apakah kau ingin mendengarkan saranku? Atau apakah kau hanya ingin aku mendengarkan ?”.  Teman-teman sekalian diumur kita yang masih dalam masa perkembangan di masa muda kita ini, apakah rasa ingin berbagi dengan sesama kita masih ada ? ada disaat susah maupan senang, dan apakah teman-teman sekalian hanya bersedia membantu pada teman yang khusus atau spesial  saja atau memiliki rasa yang ingin berbagi bagi semua orang tanpa pamrih yang memerlukan kita karena kita adalah satu ?. Mari mulai sekarang ini janganlah menjadi orang yang ada karena orang tersebut memajukan kita karena trennya atau kelebihannya seseorang tetapi kita harus ada kepada semua orang yang memerlukan kita biarpun orang tersebut tidak terkenal atau apapun yang rendah ada pada dia jangan kita meninggalkan dan menjauhi dia tetapi kita harus membantu dia menjadi orang yang berarti. Biarpun kita berbeda-beda tetapi dari perbedaan tersebut kita dapat belajar bagaimana cara saling melengkapi tanpa membeda-bedakan. Jadilah orang yang begitu berarti bagi semua orang karena “Torang Samua Basudara”.

5 thoughts on “Minta pendapat atau minta didengar ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s