Junjung sportifitas dalam suatu kompetisi

Olympiade

SMA Negeri 1 Manado telah membuktikan bahwa sekolah ini tidak kalah akan fasilitas, cara guru-guru mengajar, teratur, berbudi pekerti dalam kegiatan-kegiatan yang begitu dikhusukan bagi siswa-siswi. Terutama dalam kegiatan ekstrakurikuler yang mengunggulkan kegiatan tambahan belajar untuk siswa yang mau dan suka. Ektrakurikuler tersebut ialah olympiade, dalam kegiatan ini SMA Negeri 1 Manado mengatur waktu yang baik disaat jam pelajaran dilaksanakan. Ekskul ini diadakan 4 kali dalam seminggu. 1 bulan lebih kegiatan belajar tambahan ini dilaksanakan untuk persiapan lomba, akhirnya waktu untuk berlomba tiba. Sekolah kami SMA Negeri 1 Manado mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam lomba olympiade tersebut.

Pada hari itu, banyak dari sekolah luar yang terlibat dan ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Pada pukul 7 pagi, kami mulai mendaftarkan diri sebagai peserta lomba olympiade. Sudah jam 8 banyak sekali siswa-siswi yang datang mengikuti lomba dengan membawa nama sekolah mereka masing-masing. Yang dikagetkan, ada salah satu peserta yang masih duduk di bangku SMP yang siap mengikuti lomba olympiade tingkat SMA.

Jam 9 pun tiba, selesai pembagian kelas, kami siap berlomba dengan mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru-guru yang sedang mengawas. Keadaan ruangan begitu tenang dan melihat soal dan mengerjakannya dengan diperlukan konsentrasi yang kuat.

bel berbunyi tandanya jam mengerjakan soal olympiade telah selesai. Dan siswa-siswi dari berbagai sekolah diizinkan untuk pulang dan hasil dari lomba akan diberitahukan pada esok harinya.

Hari jumat …

Disaat hari itu pun tiba rasa takut dan gelisah menyelimuti pikiran kami yang terlibat dalam lomba olympiade tersebut. Saat Bapak Kepala Sekolah mengumumkan pemenang lomba dari bermacam-macam mata pelajaran, SMA Negeri 1 dapat melanjutkan ke tingkat provinsi.

Olympiade matematika, biologi, kimia, kebumian, dan astronomi …

itulah macam-macam olympiade yang mendapat kesempatan untuk  dilanjutkan ke tingkat provinsi. Mendengar pembacaan nama peserta dari sekolah kami yang mewakili ke tingkat provinsi, jantung saya berdetak semakin kencang. Mendengar hasilnya hati terasa kecewa dan begitu sedih.

Karena bukan saya yang terpilih lolos membawa SMA Negeri 1 ke tingkat provinsi.

Beberapa saat kemudian saya bisa menerima hal itu dan saya mengambil makna bahwa jangan mendengar hal itu sebagai kekalahan tetapi dengarlah itu sebagai potensi untuk menjadi pemenang berikutnya dan dapat menambah pengalaman sebagai semangat di saat yang berikutnya.

2 thoughts on “Junjung sportifitas dalam suatu kompetisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s